Dia Bohong (?)

Don't be afraid of the dark..
Dia bohong..

Katanya: Jangan jadi abu-abu

Kalau iya maka iya, jika tidak maka tidak
Tak masalah kalau kau memilih tidak

Katanya: Aku membiarkanmu
Memilih jalanmu sendiri
Toh belajar juga untuk dirimu sendiri, aku tak memaksa

Tanyanya: Apa yang kau rasakan? Apa yang kau inginkan?

Aku diam untuk waktu yang lama, sangat lama

Lalu memutuskan untuk berkata tidak


Untuk pertanyaan waktu itu, aku menemukan jawabannya: Tidak.

Dia bohong
Dia masih mencariku, mencoba merangkul kembali
Seperti dahulu, seperti seharusnya
Menarik, mendekat
Meski tak lagi mempertanyakan

Setelah apa yang kulakukan, kenapa kau tak juga jera?
Sudah kubilang tidak, kenapa masih berharap?
Tentang hadirku, seberapa penting bagimu?

Katanya: Kamu adikku, dan aku bertanggungjawab atas apapun yang terjadi pada adikku. Betapapun marahnya aku atas sikapmu. Kamu tetap saja adikku!

Lalu aku teringat perkataan yang semacam itu.. 

"Lek wes kadung netep ne niat ki emang enek ae masalah e, masalah iki lah iku lah pokok akeh, eleng o lek iku seng jeneng e perjuangan. Wong berjuang ki gak gampang. Lek emang kroso abot ojo di tanggung dewe, enek dulur2 seng biasa ne di celuk telur iku seng bakalan ngerungokne masalah mu, ngewangi lek kowe lagi susah. Ngancani lek kowe lagi kesepian, hibur kowe lek lagi sedih. Kadang dulur2mu kuwi yo nganyel ke, iso gawe kowe nesu, iso gawe kowe nangis, tpi eleng o dulur2mu iki yo iso gawe kowe seneng." 

Bahkan hingga detik ini aku belum bisa menerimamu secara utuh, masih menempatkanmu dalam bayang-bayangnya. Tapi satu hal yang pasti, kalian adalah dua orang yang berbeda. Yang menghadapiku dengan cara yang berbeda. Dan aku berterimakasih untuk itu. Aku tak berjanji akan berubah demi kalian. Tapi aku masih ingat janjiku di awal perjalanan kita.

Ilmu itu.. jangan hanya berhenti padamu. Meneruskannya adalah kewajibanmu. Menerima ilmu yang kau dapat adalah hak mereka. Mereka yang menjadi alasanmu bertahan sedikit lebih lama. Mereka yang menjadi alasanmu berjuang sekali lagi. Mereka yang katamu jangan sampai merasakan luka yang sama..

Kalau kata bapak..

"Bersikaplah takabbur pada masalah. Kalau kamu kebingungan, kalau kamu lelah, kalau kamu merasa lemah, tunjukkan pada kakak-kakakmu. Kamu harus terlihat kuat dihadapan adik-adikmu, bukan sebaliknya. Kenapa seperti itu? Karena kamulah alasan adik-adikmu menjadi kuat. Sedangkan kakak-kakakmu juga bertanggungjawab atasmu, atas kebingunganmu, atas kegelisahanmu. Tunjukkan kelemahanmu hanya pada mereka, jangan salah bersikap!"

Kau tahu apa yang kita bicarakan dari tadi? Pengorbanan. Sesuatu yang hanya dapat dimengerti orang-orang berjiwa besar. Seperti mereka..

pengorbanan/pe·ngor·ban·an/ n proses, cara, perbuatan mengorbankan 
mengorbankan/me·ngor·ban·kan/ v 1 memberikan sesuatu sebagai pernyataan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya: dia bersedia ~ hartanya untuk perjuangan kemerdekaan bangsanya; 2 menjadikan sesuatu sebagai korban;


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages